SEJARAH

Pendidikan bagi insan merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa dihindari oleh siapapun. Proses pendidikan inipun mulai dilakukan oleh seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia atau ada yang menyebutnya bahwa proses pendidikan seseorang dimulai dari sejak dalam kandungan ibunya.

Berbagai macam pandangan tentang proses pendidikan ini menunjukan bahwa dalam diri seseorang ada sebuah keharusan untuk dilalui dalam masa-masa kehidupanya.

Dalam Al-qur,an maupun hadist telah dinyatakan betapa pentingnya sebuah pendiidikan yang harus dijalani oleh seseorang manusia. Salah satu contoh ayat Al-qur,an Surat Annisa, ayat 9 menunjukan keharusan untuk mendidik anak untuk menjadi seseorang generasi yang kuat dalam segala hal. Dalam sebuah hadist Rasulullah telah mewajibkan ummatnya untuk mencari ilmu sejak lahir sampai mati.

Hal ini merupakan dasar yang kuat mengapa proses pendidikan harus dilkukan. Pertanyaanya adalah siapa yang wajib mengawal proses pendidikan seseorang?………

Mengilhami akan maksud tersebut diatas, maka oleh beberapa tokoh Tidore memulai mengadakan proses pendidikan bagi anak-anak negeri ini. Proses yang dilakukan itu akhirnya menjamur di berbagai daerah hingga di pelosok negeri ini. Perjalanannya adalah :

    1. Pada tahun 1955 didirikan sebuah sekolah yag diberinama SMP Cendrawasi, pada masa Pemeritahan Perjuangan Irian Barat bertempat di Soasio dengan lokasi sekolahnya adalah berlokasi pada SDN 1 Soasio sekarang. Dengan kepala sekolahnya yaitu: Bapak Basir Hadirahardja dari tahun 1955 – 1957.
    2. Dengan pertimbangan bahwa Ibukota Provinsi belum memiliki sekolah lanjutan pertama yang representatif, (SMP ) maka, pada tahun 1956 oleh pemerintah pada saat itu menerbitkan SK pendirian SMP Negeri Soasio, yang berpindah tempat ke Gamtufkange berlokasi di rumah Bpk. Hi.Hadiruddin Hi. Saleh ( sekarang rumah CV. Hijah). Dipimpin oleh: Ibu Ny. Tiep Indrati dari tahun 1957-1969.
    3. Pada tahun 1957 oleh pemerinth provinsi pada saat itu membangun 3 lokal dan 1 ruang guru/kepala sekolah didepan kantor Gubernur, yakni dijalan taman siswa.
    4. Tahun 1968, nomen klatur SMP Negeri Sosioa, diganti dengan nama SMPN. 1 Tidore karena pada saat yang bersamaan dengan telah dibangun salah satu SMP di Mareku. Kepemimpinan SMP 1 Tidore pada saat ini dipimpin oleh masing-masing : Bapak; Kasim dari tahun 1968-1973. tahun 1973-1982, dipimpin oleh Bapak; Reins Mainjnga, tahun 1982-1984 dipimpin oleh Bpk Turang, tahun 1984-1987 dipimpin oleh Bpk Umar Manggis, tahun 1987-1996 dipimpin oleh Bpk. AP.Batviano, BA, tahun 1996-2003 dipimpin oleh bpk. La Ganti Wabula.
    5. Tahun 2003, SMP Negeri 1 Tidore, dengan Kepala sekolahnya Ibu Ny. Salma A. Kadir, S.Pd dari tahun 2003-2007 dengan rombongan belajar (18 RB) sempat mendapatkan peningkatan status menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN) karena prestsinya. Namun prestasi tersebut menghilang……….
    6. Tahun 2007, SMPN 1 Tidore, mengalami perubahan nomen klatur menjadi SMP N 1 Tidore Kepulauan dengan kepala sekolahnya Bapak Safrudin Sampara, S.Pd dari tahun 2007-2010.
    7. Tahun 2010, yang dipimpin oleh Burhan S. Faroek, S.IP, Si, saat ini SMP N 1 Tidore Kepulauan yang nota benenya salah satu SMP yang tertua di Kota Tidore Kepulauan, dan telah menghasilkan lulusan yang mampu berkiprah diberbagai aspek pembangunan dari level daerah hingga ke level nasional. Fisik bangunannya dan sarana pendidikan tetap seperti biasa.
    8. Tahun 2011-2015 dipimpin oleh Darwin A. Rahman, S.Pd,M.Pd.I,MM. Tahun 2015-2018 dipimpin oleh Pantja Hendarti Sriwinasti Henny, S.Pd, dan tahun 2018-sekarang dipimpin oleh Muriyono Hamid, S.Pd,M.Sc.

Semuanya ini akan tergantung pada itikad masing-masing alumni SMP Cenderawasi hingga ke SMP Negeri 1 Tidore Kepulauan. Apakah SMP 1 Tidore Kepulauan ini akan dilakukan pembaharuan? Atau cukup menerima siswa apa adanya?.

Berikut adalah nama-nama kepala sekolah yang pernah memimpin, dari SMP Cenderawasi hingga ke SMP N 1 Tidore Kepulauan;

No.

N a m a

Tahun pengabdian

1.

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

Basir Hadirahardja     ( Cenderawasi)

Ny. Tiep Indrati        ( SMP Soasio)

Kasim Abd. Kasim     ( SMP Soasio)

Reins Manjanga      ( SMPN. 1 Soasio)

Yohanis Turang        ( SMPN. 1 Soasio)

Umar Manggis, BA    ( SMP N 1 Soasio)

AP. Batviano,BA      ( SMPN 1 Soasio)

La Ganti Wabula        ( SMPN 1 Tidore )

Ny. Salma A.Kader, S.Pd   ( sda )

Safrudin Sampara, S.Pd   ( SMPN 1 Tikep)

Burhan S.Faroek, S.IP, M.Si, (     sda )

Darwin A. Rahman, S.Pd,M.Pd.I,MM

Pantja Hendarti Sriwinasti Henny, S.Pd

Muriyono Hamid, S.Pd,M.Sc

1955 -1957

1957 -1969

1969 – 1973

1973- 1982

1982- 1984

1984- 1987

1987 – 1996

1996- 2003

2003-2007

2007-2010

2010-2011

2011-2015

2015-2018

2018-Sekarang

Budaya jiwa insani yang unggul merupakan aset yang sangat berharga bagi bangsa Khususnya di Kota Tidore Kepulauan. Betapa tidak? Hal ini memberikan harapan cerah bagi terciptanya sumber daya manusia yang mandiri dalam berpikir dan bertindak.

Menyadari akan hal dimaksud maka, SMP N 1 Tidore Kepulauan, memikili 5 Asas Landasan Filosofis, sebagai peninggalan leluhur kita yakni:

    1. Asas mae se kolofino,…. Rasa malu dan takut kepada Allah
    2. Asas ngaku se rasai,….. Memegang teguh amah/kepercayaan
    3. Asas oli se nyemo-nyemo, …..Tata krama dalam berbicara
    4. Asas suba se tabea, ……Tata krama dalam bertingkah laku
    5. Asas cing se cingari,……Merakyat dan rendah hati.

Dengan selalu berpegang teguh pada firman Allah;

ﻭﺍﻋﺘﺼﻤﻭﺍڊﺤﺑﺎﺍﷲ ﺟﻤﻴﻌﺎﻭﻻ ﺘﻓﺮﻗﻭﺍ

Yang artinya; dan berpegang teguhlah kalian pada tali agama Allah semuanya, dan janganlah kalian berpecah-belah (Q.S.Ali-Imran : 103).

Oleh : Burhan S. Faroek,S.IP,M.Si

%d blogger menyukai ini: